4 Mei 2009


Jiwa Yang Rapuh
Tak bisa hidup aku tampa dirimu
Kurayu setangkai kembang, lewat tiupan angin
Kudekap tubuhmu, lewat hangatnya mentari pagi
Kubelai kulit lembutmu, lewat dinginya air
Tapi kerasnya batu tak bisa bongkahkan hatimu

Jiwaku kosong lemas tak berdaya
Mencium bautanah berselimut kabut
Ragaku diam beralaskan rumput liar
Kulit keriputku yang rapuh mulai di grogoti cacing tanah
Mataku menatap awan kelabu yang mulai redup
Diam sampai tak terdengar lagi nyanyian burung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih Kami Ucapkan Atas Kunjungannya di Blog ini
Keritik dan saran dari anda sebagai acuan kami untuk mengelola kearah yang lebih baik

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA DI BLOG INI KOMENTAR ANDA SANGAT BERARTI BAGI KAMI "